Friday, December 28, 2012

Menjadi Motivator Keluarga dengan Kebesaran Hati


- Dengan peran luar biasa sebagai ibu, apa harapan dan impian Anda setahun ke depan sebagai bagian dari resolusi tahun baru? Jika saat ini Anda masih menyusun resolusi untuk keluarga, Leadership Motivator dan Coach, Ainy Fauziyah, CPC (Certified Professional Coach) berbagi inspirasinya untuk Anda.

Ainy mengatakan, kalau saat ini Anda menganggap berat menjalani peran sebagai ibu, tandanya Anda belum menjadi ibu yang bahagia dan penuh cinta. Temukan dan upayakan rasa bahagia menjadi ibu, lalu jalankan peran dengan penuh cinta. Inilah langkah awalnya. Selanjutnya, Anda akan menemukan betapa Anda sebagai ibu punya kekuatan yang luar biasa, tentunya dengan masing-masing kelemahan yang tetap Anda miliki.

Ibu, kata Ainy, punya kekuatan besar sebagai motivator dalam keluarga. Untuk bisa menemukan kekuatan ini, jadilah ibu yang berbahagia.

"Orang yang berbahagia tidak melihat masalah sebagai beban, tapi sebagai sesuatu yang harus dihadapi dan diselesaikan. Impian seorang ibu jauh lebih besar daripada masalah yang dihadapinya. Dengan cara ini ibu bisa memotivasi diri dan menjadi motivator untuk anak-anak dan pasangan," tutur pengasuh Rubrik Konsultasi Pengembangan Diri Kompas FePGEgaHJlZj0iaHR0cDovL2FkaXByYW1hbmEuY29tLzIwMTIvMTEvZHViYWktZGFwYXQtYmFuZ3VuLW1hbC10ZXJiZXNhci1kaWR1bmlhLmh0bWwNIiB0YXJnZXQ9Il9ibGFuayIgcmVsPSJub2ZvbGxvdyI+bWFsPC9hPg==e ini.

Ainy melanjutkan, setiap diri punya kekuatan sekaligus kelemahan. Adalah tugas Anda untuk mengetahui letak kekuatan dan kelemahan itu. Begitu Anda menemukan titiknya, tugas berikutnya adalah menyeimbangkan bukan merasa tak berdaya karenanya.

"Hanya kita yang membiarkan orang lain menganggap diri kita lemah, kita kerap tidak mengapresiasi kekuatan kita, meremehkan kekuatan kita. Yang paling baik kita lakukan saat merasa tak berdaya seperti ini adalah menaruh diri kita selevel dengan orang-orang baik," sarannya.

Ibu motivator
Nah, saat Anda sudah menemukan kekuatan diri, mengapresiasi diri sendiri, berbahagia menjadi ibu tak merasa terbebani dengan berbagai tanggung jawabnya, Anda siap menjadi ibu motivator untuk keluarga dengan kebesaran hati.

Ainy menjelaskan kebesaran hati itu adalah tahu kapan harus memotivasi diri, memotivasi anak yang bermasalah, kapan harus menghargai dan mendengarkan anak-anak juga suami. Berbesar hati artinya kita tahu kapan harus mengapresiasi orang lain bukan semata sekadar bersabar diri.

"Setiap ibu adalah motivator dalam keluarga. Superwomen namun bukan karena kedudukan, pendidikan, materi tapi tahu kapan memotivasi, mendengar, mendampingi, dalam suka dan duka. Tapi ibu yang selalu mendampingi keluarga," ungkapnya.

Jika ibu dengan kekuatan ini yang Anda dambakan, sudah waktunya berbenah diri. Mendorong diri sendiri untuk tidak berpuas diri, mencari kekurangan dalam diri namun tak terjebak pada perasaan tak berdaya atas kelemahan yang Anda temui.

"Setiap ibu harus punya impian, bukan materi, tapi impian untuk diri sendiri, anak, suami. Ibu harus membantu anak meraih mimpinya. Kalau anak berbahagia, anak pun punya rasa memiliki terhadap orangtuanya dan keluarga," ujarnya.

Menjadi motivator dalam keluarga, inikah salah satu resolusi tahun baru Anda sebagai ibu? Selamat mewujudkannya!

 

No comments:

Post a Comment